Patah Hati Dalam Berjuang



Patah Hati Dalam Berjuang    

    Asmara di kalangan remaja zaman sekarang bagaikan sebuah pertempuran. Ketika seorang pria ingin mendapatkan hati dari wanita yang di idamkan nya, dia akan memperjuangkan nya habis-habisan sampai darah penghabisan. 

    Menjalin PDKT katanya, penuh dengan pengorbanan. Pengorbanan seperti apa pemuda zaman sekarang? Nganterin doi tiap hari, beliin doi makanan mulai dari sarapan, makan siang, sampe cuman beli cemilan.

    Apakah hal seperti itu bisa di sebut sebagai perjuangan? Mungkin bisa, tapi bagaimana arti dari sebuah perjuangan sebenar nya? Dalam KBBI perjuangan di artikan sebagai "Sebuah usaha yang begitu sukar dan bahaya". Bisa di bilang perjuangan adalah sesuatu yang kita lakukan yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

    Dan ada sebuah pepatah "Usaha tidak pernah menghianati hasil". Kalo kita sudah berusaha untuk berjuang tapi hasinya nihil, bagaimana dong?.

    Dari pengalaman dan cerita kawan-kawan ku, yang katanya pernah berjuang. Aku menendapat sedikit kesimpulan tentang perjuangan mereka yang berbuahkan patah hati. Perjuangan nya begitu keras, menjadikan nya sebuah ambisi. Dalam hal rasa, sebuah ambisi sulit jika di ikut sertakan. Karena sejatinya sebuah rasa layak nya sebuah air yang mengalir. Perjuangan kita menjadi parit-parit sebuah rasa itu mengalir. Dan ambisi yang berbihan begitu bergejolak ria. Menjadikan air itu semakin deras sehingga membuat parit-parit tadi tidak dapat menampung dengan baik. Dan menenggelamkan diri kita sendiri. 

    Jika sudah tenggelam dalam rasa, apapun bentuk omongan dan  perintah dari sang kekasih, dia akan melakukan itu walaupun merugikan dirinya sendiri. Padahal dalam rasa cinta, hanya ada rasa nikmat di dalam nya. Atau menjadi Bucin(Budak Cinta) lebih tepatnya. Hal itu yang terjadi jika perjuangan itu berhasil.

    Bagaimana dengan perjuangan yang di tolak oleh belahan jiwa nya?

    Menjadikan sebuah patah hati sebagai penyemangat diri bukanlah hal yang gampang. Jika memperjuangkan seseorang dengan perasaan yang menggebu-gebu dan mendapatkan penolakan darinya. Tidaklah mudah untuk mengobati trauma nya. Bahkan ada sebagian orang yang tidak ingin berjuang lagi karena patah hati di tolak pada penghujung perjuangan nya.

      Modal awal yang baik dalam berjuang adalah pasrah. Yaitu membiarkan hati dari kedua belah pihak itu sendiri yang berbicara. Menjadikan keikhlasan sebagai tameng utama dalam penolakan adalah hal yang luar biasa. Dengan berserah diri sebagai pokok utama dalam berjuang. Hati dengan sendirinya akan menyatu tanpa perlu dorongan. 

    Jika memang tidak di takdirkan untuk menyatu. Terpuruk dalam lamunan, dan menyakiti diri sendiri bukanlah sebuah hal yang baik untuk kita. Menjadikan keikhlasan dalam sebuah penolakan akan membuat sedikit beban dari hati kita menguras. Hal terbaik dalam penolakan dan pengkhiantan hati adalah menjadikan diri kita lebih baik. 


    See You :) :) :)

Komentar

Posting Komentar